Kata Islam punya dua makna. Pertama, nash (teks) wahyu yang menjelaskan din (agama) Allah. Kedua, Islam merujuk pada amal manusia, yaitu keimanan dan ketundukan manusia kepada nash (teks) wahyu yang berisi ajaran din (agama) Allah.
Berdasarkan makna pertama, Islam yang dibawa satu rasul berbeda dengan yang dibawa rasul lainnya, dalam hal keluasan dan keuniversalannya. Meskipun demikian dalam permasalah fundamental dan prinsip tetap sama. Islam yang dibawa Nabi Musa lebih luas dibandingkan yang dibawa Nabi Nuh. Karena itu, tak heran jika Al-Qur’an pun menyebut-nyebut tentang Taurat. Misalnya di ayat 145 surat Al-A’raf. Dan telah Kami tuliskan untuk Musa di Luh-luh (Taurat) tentang segala sesuatu sebagai peringatan dan penjelasan bagi segala sesuatunya.…
Islam yang dibawa Nabi Muhammad lebih luas lagi daripada yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya. Apalagi nabi-nabi sebelumnya diutus hanya untuk kaumnya sendiri. Nabi Muhammad diutus untuk seluruh umat manusia. Oleh karena itu, Islam yang dibawanya lebih luas dan menyeluruh. Tak heran jika Al-Qur’an bisa menjelaskan dan menunjukkan tentang segala sesuatu kepada manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab sebagai penjelas segala sesuatu. (An-Nahl: 89)
Dengan kesempurnaan risalah Nabi Muhammad saw., sempurnalah struktur kenabian dan risalah samawiyah (langit). Kita yang hidup setelah Nabi Muhammad diutus, telah diberi petunjuk oleh Allah tentang semua tradisi para nabi dan rasul yang sebelumnya. Allah swt. menyatakan hal ini di Al-Qur’an. Mereka orang-orang yang telah diberikan petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. (Al-An’am: 90). Dan kamu diberi petunjuk tentang sunah-sunah orang-orang yang sebelum kamu. (An-Nisa: 20)
Sedangkan tentang telah sempurnanya risalah agama-Nya, Allah menyatakan dalam surat Al-Maidah ayat 3.
Pada Hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu, dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku, dan Aku ridha Islam sebagai agama bagimu sekalian….
Rasulullah saw. menjelaskan bahwa risalah yang dibawanya adalah satu kesatuan dengan risalah yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya. “Perumpamaanku dan perumpamaan nabi-nabi sebelumku ibarat orang yang membangun sebuah rumah. Ia memperindah dan mempercantik rumah itu, kecuali letak batu bata pada salah satu sisi bangunannya. Kemudian manusia mengelilingi dan mengagumi rumah itu, lalu mengatakan: ‘Alangkah indah jika batu ini dipasang!’ Aku adalah batu bata tersebut dan aku adalah penutup para nabi,” begitu sabda Rasulullah saw. (Bukhari dan Muslim)
Label:
agama
| 0
komentar
Selamat datang
Selamat datang di blogger tentang macam2 isi campuran blogger ini....
Semoga anda berkesan dan tambahkan saran atau komentar terhadap kami...
Semoga anda berkesan dan tambahkan saran atau komentar terhadap kami...
Mengenai Saya
- brandal banyuwangi
- banyuwangi, jawa timur, Indonesia
- saya adalah seorang yang tak pernah menyerah untuk menggapai mimpi saya... saya harus sukses... berikan saya saran apabila ada kekurangan pada diri saya.. karna dalam diri saya tak ada impiyan selain sukses... harus bisa... yezz..!!!
foto slide
Chat Box
Blog Archive
Followers
ANNA BERLYAN Headline Animator
Populer post
-
PUNK. Kotor dan liar. Hanya itu jawaban yang saya dapatkan ketika saya bertanya pada teman-teman saya, apa itu punk? Konyol memang jika...
-
Team Bola Volly Putri HIPMALA Yogyakarta akhirnya masuk semi final dalam laga pertandingan Bola Volly antar IKPM (ikatan Keluarga Pelaja...
-
Memiliki kuku yang indah nan cantik adalah pesona keinginan yang sudah dimulai sejak Dinasti Ming, di negeri Cina ketika kaum wanita bangs...
-
Tiga Atlet Volly Putri Perkuat Jatim Senin, 11 Oktober 2010 17:45 Atlet bola volly putri pelajar SMKN...
jam
blogger indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.
Posting Komentar